<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oriflame &#38; Network Marketing &#187; Artikel Bisnis</title>
	<atom:link href="http://www.mediabisnis.web.id/category/artikel-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mediabisnis.web.id</link>
	<description>Bisnis &#38; Usaha Menuju Sukses</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Mar 2010 00:35:07 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.mediabisnis.web.id</link>
<url>http://www.mediabisnis.web.id/wp-content/mbp-favicon/Money.ico</url>
<title>Oriflame &amp; Network Marketing</title>
</image>
		<item>
		<title>Sukses Seperti Apa yang Anda Inginkan?</title>
		<link>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/sukses-seperti-apa-yang-anda-inginkan.htm</link>
		<comments>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/sukses-seperti-apa-yang-anda-inginkan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 18:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediabisnis.web.id/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya perspektif yang berbeda tentang definisi kesuksesan. Namun hampir setiap orang pernah mengalami hal yang sama, yakni bertanya dalam hatinya apakah apa pun yang sedang Anda jalankan saat ini adalah yang Anda cari? Lantas apa sebenarnya tujuan akhir yang ingin Anda dapatkan?
Pertanyaan semacam ini menjadi bentuk kegelisahan yang kadang tak berujung. Tak jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang punya perspektif yang berbeda tentang definisi kesuksesan. Namun hampir setiap orang pernah mengalami hal yang sama, <span id="more-1059"></span>yakni bertanya dalam hatinya apakah apa pun yang sedang Anda jalankan saat ini adalah yang Anda cari? Lantas apa sebenarnya tujuan akhir yang ingin Anda dapatkan?</p>
<p>Pertanyaan semacam ini menjadi bentuk kegelisahan yang kadang tak berujung. Tak jarang Anda jadi terjebak dalam rutinitas yang tak sepenuhnya membangun diri Anda sendiri, apalagi menjadi berdaya untuk orang lain. Takarannya, coba lihat produktivitas Anda, atau coba tanyakan kembali bahagiakah Anda saat ini?</p>
<p>Rhenald Kasali, dalam bukunya Wirausaha Muda Mandiri, berbagi tip untuk menemukan arti sukses. Bagaimana supaya akhirnya Anda menjadi lebih berdaya dalam dunia kerja atau bisnis, kemudian membawa Anda mencapai sesuatu. Ini yang dikatakan Rhenald:</p>
<p>* Luangkan waktu untuk berpikir<br />
Luangkan sedikit waktu dan renungkan apa arti sukses bagi Anda, dan bekerjalah menuju sukses yang Anda inginkan.</p>
<p>* Cari definisi sukses versi Anda<br />
Jangan menggunakan definisi sukses menurut versi teman, orangtua, saudara, atau orang-orang lainnya. Masing-masing dari mereka memiliki panggilan yang tidak sama dengan Anda. Semua harus dimulai dari apa yang Anda inginkan dalam hidup.</p>
<p>* Fokus menyusun daftar tentang apa yang Anda inginkan<br />
Buatlah lebih tajam daftar yang Anda inginkan, fokus di sana, dan jangan terpancing menyusun daftar tentang hal-hal yang tidak Anda inginkan. Sebab dengan daftar panjang tentang hal-hal yang tidak diinginkan, Anda akan lebih banyak memikirkan hal-hal yang tidak kita inginkan daripada apa yang sesungguhnya diinginkan.</p>
<p>* Fokuskan pikiran pada apa yang Anda inginkan<br />
Berpikirlah lebih pada apa yang Anda inginkan. Bila Anda bisa menguasai hal ini, maka Anda dapat bekerja dengan passion, bukan dengan rasa takut, cemas, atau segala hal yang tidak berempati terhadap kehidupan. Kebahagiaan dimulai dari kecintaan dan empati. Jika Anda membangun kehidupan dengan passion, maka sukses yang lebih besar akan Anda raih.</p>
<p>* Temukan potensi diri, lalu kembangkanlah<br />
Jangan terlalu asik dan terbelenggu dengan apa yang dimiliki saat ini, atau dikerjakan saat ini. Mulailah memikirkan potensi-potensi yang ada dalam diri Anda. Tanda mengenali potensi, yakni dengan bekerja pada apa yang Anda inginkan karena itulah potensi Anda. Jadi ubah mindset dari what you have menjadi what you wants.</p>
<p>* Mulai investasikan waktu<br />
Kembali lagi, luangkan waktu dan jadikan waktu sebagai investasi untuk mendapatkan dan menemukan potensi diri dan passion Anda, mulai sekarang juga. Temukan dengan membuat definisinya lebih dahulu, caranya cari tahu lebih jauh apa sebenarnya yang Anda inginkan, Anda harus tahu itu jika ingin temukan potensi diri. Memang butuh waktu, namun Anda takkan tahu jika tidak memulainya.</p>
<p>* Jangan pernah berhenti<br />
Potensi dan passion Anda adalah apa yang membuat Anda bekerja dengan penuh energi dan membahagiakan, menimbulkan kesenangan, dan menghasilkan imbalan kebahagiaan yang besar. Temukan potensi Anda, dan jangan pernah berpikir untuk berhenti sebelum Anda menyadari dimana letak potensi diri.</p>
<p>Sumber kompas female</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/sukses-seperti-apa-yang-anda-inginkan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Tanpa Pinjaman? Pastikan Arus Kas Aman</title>
		<link>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/bisnis-tanpa-pinjaman-pastikan-arus-kas-aman.htm</link>
		<comments>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/bisnis-tanpa-pinjaman-pastikan-arus-kas-aman.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediabisnis.web.id/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Mengembangkan bisnis bisa dengan seribu cara. Urusan modal tentu soal nomor satu yang harus dipersiapkan. Meminjam di institusi keuangan bisa jadi pilihan, namun apakah bisa menjalankan bisnis tanpa pinjaman?
Yusa Aziz, CEO iCOACH, mengatakan, Anda bisa mengembangkan bisnis tanpa pinjaman. Namun, tegasnya, pastikan arus kas Anda dalam posisi aman, stabil, dan baik.
&#8220;Kadang yang menjadi ukuran keberhasilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengembangkan bisnis bisa dengan seribu cara. Urusan modal tentu soal nomor satu yang harus dipersiapkan. Meminjam di institusi keuangan bisa jadi pilihan, namun apakah bisa menjalankan bisnis tanpa pinjaman?<span id="more-1013"></span></p>
<p>Yusa Aziz, CEO iCOACH, mengatakan, Anda bisa mengembangkan bisnis tanpa pinjaman. Namun, tegasnya, pastikan arus kas Anda dalam posisi aman, stabil, dan baik.</p>
<p>&#8220;Kadang yang menjadi ukuran keberhasilan pebisnis adalah berapa besar profit yang dihasilkan bisnisnya. Padahal yang penting ketika melihat neraca keuangan Anda, cashflow bisnis Anda bagus,&#8221; papar Yusa dalam seminar bisnis beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jika Anda mendapati kas kosong pada neraca keuangan, ini pertanda bisnis tak berjalan baik. Perbaiki lebih dulu arus keuangan sebelum memutuskan mengembangkan usaha, apalagi dengan meminjam uang di bank, misalnya. Karena dengan memaksakan diri mencari pinjaman, beban bunga akan membuat keuangan perusahaan menjadi lebih memburuk.</p>
<p>Padahal menurut Yusa, banyak cara mendapatkan dana untuk mengembangkan bisnis Anda, terutama kaitannya dengan modal usaha.</p>
<p>Yusa mencontohkan, pebisnis bisa mencari angel investor atau rekanan. Sebuah asosiasi, yayasan, atau lembaga keuangan non bank yang memiliki idle fund bisa menjadi sumber modal pebisnis. Diperlukan kredibilitas yang tinggi untuk mendapatkan modal ini. Artinya, buktikan bahwa bisnis Anda berhak mendapatkan pinjaman dana untuk mengembangkan bisnis. Philantropist atau dermawan bisa menjadi pilihan angel investor lain. Jika ide bisnis Anda cemerlang, dengan mengajukan proposal yang kuat, Anda bisa menarik perhatian para dermawan ini untuk memberikan pinjaman lunak. Tentu saja, tunjukkan lebih dulu kredibilitas Anda sebagai pebisnis.</p>
<p>Modal dalam bisnis tak sekadar uang, namun juga ide, waktu, dan kebebasan. Jika Anda memiliki kelebihan dalam hal ide, waktu dan kebebasan dalam menjalankan sebuah bisnis, sedangkan tak punya cukup uang, maka pergaulan sosial yang luas bisa membantu Anda mewujudkan bisnis. Cari rekanan yang memiliki visi dan misi sejalan, dan tentu saja memiliki kekuatan dalam hal keuangan. Dengan cara ini, bisnis bisa berjalan tanpa mengandalkan pinjaman berbunga.</p>
<p>Sumber Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/bisnis-tanpa-pinjaman-pastikan-arus-kas-aman.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Hot Money&#8221; Deras Keluar</title>
		<link>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/hot-money-deras-keluar.htm</link>
		<comments>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/hot-money-deras-keluar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hot money]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediabisnis.web.id/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[Memburuknya kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak akhir pekan lalu berlangsung seiring kian derasnya aliran dana asing keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemarin (8/2/2010), investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,4 triliun. Ini posisi net sell tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Tak pelak, kaburnya dana asing menjadi salah satu pemicu anjloknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memburuknya kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak akhir pekan lalu berlangsung seiring kian derasnya aliran dana asing keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI).<span id="more-1009"></span> Kemarin (8/2/2010), investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,4 triliun. Ini posisi net sell tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.</p>
<p>Tak pelak, kaburnya dana asing menjadi salah satu pemicu anjloknya bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot 1,72 persen ke level 2.475,57. Ini adalah posisi terendah indeks saham dalam tahun ini. Adapun nilai transaksi harian BEI mencapai Rp 4,48 triliun, lebih tinggi 2,75 persen dari Jumat pekan lalu.</p>
<p>Harga 146 saham merosot, 56 saham stagnan, dan hanya 32 saham yang harganya masih bisa naik. Koreksi saham-saham blue chips, seperti saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Unilever Indonesia (UNVR), dan Astra International (ASII) memberikan kontribusi besar terhadap kejatuhan indeks.</p>
<p>Sebenarnya, tren hengkangnya dana asing mulai terlihat sejak akhir bulan lalu dan berlanjut hingga kini. Bursa saham Indonesia sempat merasakan derasnya aliran masuk dana asing pada pekan pertama Januari 2010, saat asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,3 triliun. Jika menghitung sejak awal tahun ini sampai kemarin, investor asing sudah membukukan net sell senilai Rp 569,57 miliar.</p>
<p>Vice President Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere, menilai kondisi ini menjadi indikasi investor asing mulai ragu menanamkan modal di Indonesia. Apalagi, belakangan ini kondisi pasar saham finansial di Amerika Serikat (AS) perlahan-lahan tampak cerah. Sehingga, para investor tertarik membenamkan asetnya di sana.</p>
<p>Direktur Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga, menimpali bahwa nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia cenderung menguat. Ini memicu investor ramai-ramai menjual aset non-dollar AS dan beralih ke mata uang itu.</p>
<p>Pesona dollar semakin terlihat ketika aura negatif juga membayangi pasar Eropa. Negara seperti Yunani, tengah diguncang problem defisit anggaran sehingga menyeret nilai tukar euro. Keterpurukan IHSG semakin lengkap tatkala nilai tukar rupiah terus melemah. Merujuk kurs tengah Bank Indonesia, kemarin, rupiah turun 0,21 persen menuju Rp 9.413 per dollar AS.</p>
<p>Kepala Riset Recapital Sekuritas, Poltak Hotradero, punya pendapat lain. Menurut dia, keluarnya dana asing dari bursa saham adalah hal lumrah. &#8220;Sebagai investasi jangka pendek, saya rasa asing melakukan profit taking,&#8221; kata dia. Apalagi, tidak ada larangan asing untuk keluar-masuk pasar saham Indonesia.</p>
<p>Roy Sembel, Kepala Riset Capital Price, menilai, keluarnya dana asing tak akan berlangsung lama. Dia yakin Indonesia akan kedatangan dana asing lebih besar lagi. Sebab, saat ini peringkat utang Indonesia naik menjadi BB+ dan berpeluang menuju BBB.</p>
<p>Pada posisi ini, Indonesia sangat pantas disinggahi dana investasi jangka panjang. &#8220;Nantinya Indonesia tidak hanya mendapatkan hot money,&#8221; pungkas Roy.</p>
<p>Sumber Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/hot-money-deras-keluar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak Papan Nama Usaha</title>
		<link>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/pajak-papan-nama-usaha.htm</link>
		<comments>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/pajak-papan-nama-usaha.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 18:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[papan nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediabisnis.web.id/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Saya mempunyai usaha jahit kecil-kecilan di rumah. Alhamdulilah usaha ini lancar dan saya sudah punya dua karyawan. Tapi akhir-akhir ini petugas dari Pemda (pemerintah daerah) menagih pajak usaha saya, dengan alasan saya telah memasang papan nama usaha (70cm x 100cm). Apakah betul saya harus membayar pajak? &#8211; Desti, Kebayoran Baru
Berikut adalah tanggapan dari Prof. Dr. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Saya mempunyai usaha jahit kecil-kecilan di rumah. Alhamdulilah usaha ini lancar dan saya sudah punya dua karyawan. <span id="more-995"></span>Tapi akhir-akhir ini petugas dari Pemda (pemerintah daerah) menagih pajak usaha saya, dengan alasan saya telah memasang papan nama usaha (70cm x 100cm). Apakah betul saya harus membayar pajak? &#8211; Desti, Kebayoran Baru</p>
<p>Berikut adalah tanggapan dari Prof. Dr. Zulfa Djoko Basuki SH. MH, ahli hukum dan guru besar FHUI: Saudari Desti, Anda menyatakan bahwa Anda mempunyai usaha kecil-kecilan di rumah. Usaha tersebut cukup sukses dan kini memiliki dua orang karyawan, Anda pun memasang papan nama usaha. Akibat pemasangan papan nama tersebut, petugas Pemerintah Daerah (Pemda) datang menagih pajak. Penagihan itu berdasarkan Undang-undang no. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-undang no. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan pasal 2 ayat 1 yang menjelaskan Anda sebagai subjek pajak.</p>
<p>Karena merupakan subjek pajak, tentunya Anda wajib membayar pajak. Tapi Anda tidak menjelaskan apakah usaha Anda merupakan usaha orang pribadi, usaha badan, atau bentuk usaha tetap. Karena usaha Anda masih kecil-kecilan, dan merupakan usaha orang pribadi, Anda akan dikategorikan sebagai wajib pajak orang pribadi usaha kecil.</p>
<p>Usaha Anda dikatakan usaha kecil bila memperoleh peredaran usaha dari kegiatan usaha atau jumlah pendapatan bruto dari pekerjaan bebas tahun pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp 600.000.000. Jika bentuk usaha yang Anda jalani adalah badan usaha, Anda disebut wajib pajak badn usaha kecil, dengan catatan peredaran usaha Anda pada tahun pajak sebelumnya tidak lebih dari Rp 900.000.000.</p>
<p>Sumber kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/pajak-papan-nama-usaha.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Memulai Kembali Karier Dari Nol</title>
		<link>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/berani-memulai-kembali-karier-dari-nol.htm</link>
		<comments>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/berani-memulai-kembali-karier-dari-nol.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 19:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>media</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediabisnis.web.id/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Merasa lelah dengan karier yang sedang Anda tapaki? Berencana untuk mengubah alurnya untuk menuju karier yang Anda impikan? Anda bisa mendapatkannya, kok. Coba ikuti tips dari Suze Orman, ahli keuangan yang dipercaya Oprah berikut ini.
1. Pikirkan karier, bukan pekerjaan jangka pendek
Ubah cara pikir Anda tentang pekerjaan yang Anda tekuni. Jangan hanya berpikir pekerjaan yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa lelah dengan karier yang sedang Anda tapaki? Berencana untuk mengubah alurnya untuk menuju karier yang Anda impikan? <span id="more-974"></span>Anda bisa mendapatkannya, kok. Coba ikuti tips dari Suze Orman, ahli keuangan yang dipercaya Oprah berikut ini.</p>
<p>1. Pikirkan karier, bukan pekerjaan jangka pendek<br />
Ubah cara pikir Anda tentang pekerjaan yang Anda tekuni. Jangan hanya berpikir pekerjaan yang sedang Anda kerjakan sebagai pekerjaan jangka pendek. Cobalah untuk berpikir ke depan dan jangka panjangnya, sebagai karier. Ketika memikirkan karier, Anda akan memperhitungkannya tak hanya sebagai mimpi, gol, atau cara untuk menghidupi Anda dari hari ke hari. Anda akan mulai memikirkan karier sebagai jalan hidup dan pekerjaan Anda lebih fokus.</p>
<p>2. Menghadapi kegagalan dan membangun<br />
Mereka yang berhasil ada di puncak teratas, pasti pernah mengalami kegagalan, dan mereka bisa menggunakan kegagalan itu sebagai tangga menuju puncak. Pelajarilah kegagalan-kegagalan yang Anda hadapi, tantang diri Anda untuk selangkah lebih maju, dan fokus kepada visi jangka panjang. Ekspektasikan bahwa Anda akan harus bersakit-sakit dahulu sebelum bisa mencapai tujuan Anda. Karena, segala yang baik jarang datang dengan mudah.</p>
<p>3. Pastikan pilihan Anda membawa ke arah yang benar<br />
Sebelum Anda memutuskan untuk mengikuti kuliah/kursus, atau berhenti bekerja, atau menerima promosi, atau mendapatkan klien baru, tanyakan baik-baik pada diri Anda bahwa keputusan itu akan membawa Anda selangkah lebih dekat ke gol jangka panjang karier Anda. Hindari keinginan untuk mengabaikan kebutuhan Anda agar bisa menyenangkan orang lain (orangtua, teman, kekasih). Kelilingi diri Anda dengan wanita-wanita mandiri yang gigih mendapatkan keinginan mereka, dan mereka akan membantu Anda menguatkan diri.</p>
<p>4. Ciptakan tabungan cadangan<br />
Jika pekerjaan baru Anda mengharuskan Anda kembali ke sekolah, atau mengambil pekerjaan paruh waktu, cobalah menyisihkan waktu untuk menciptakan tabungan cadangan untuk membantu Anda menghadapi transisinya. Ketika Anda meninggalkan pekerjaan yang tak Anda sukai, hal terakhir yang ingin Anda hadapi adalah stres finansial. Jadi, sebelum melakukan tindakan yang Anda tahu akan mengeluarkan uang, pastikan Anda punya dana cadangan.</p>
<p>5. Targetkan kesempatan yang tepat, bukan untuk uang<br />
Pekerjaan yang tepat, di perusahaan yang tepat, di bidang yang tepat adalah gol terdekat Anda. Ikuti keinginan terdalam Anda. Akan ada banyak kesempatan untuk mencari uang di masa depan. Tentunya jika Anda tidak memiliki kesulitan keuangan.</p>
<p>6. Jangan bergantung pada internet<br />
Jika Anda memposting resume Anda di situs pencari pekerjaan, maka dengan sangat mudah, resume Anda akan terabaikan begitu saja. Jika Anda sudah mengetahui posisi, perusahaan, dan bidang yang Anda incar, cobalah datangi dan bicara langsung, jika memang ada lowongan di sana. Komputer memang bagus sebagai alat untuk riset, namun untuk mengubah nasib, butuh interaksi tatap muka.</p>
<p>Semoga berhasil!</p>
<p>Sumber kompas female</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediabisnis.web.id/artikel-bisnis/berani-memulai-kembali-karier-dari-nol.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
